Oleh : Muslim Arsani, S. Pd Ketika Aceh dilanda musibah gempa dan tsunami pada akhir tahun 2004 yang mengakibatkan sebagian besar infrastruktur di Aceh hancur, kantor pusat Serambi Indonesia yang terletak di desa Baet itu ikut menjadi korban. Kerugian yang dialami oleh Serambi Indonesia selama musibah tersebut, diperkirakan sebesar Rp. 20 miliyar. Jumlah ini belum termasuk dengan piutang iklan dan sirkulasi surat kabar yang tidak terbayar lagi, karena banyak klien dan agen yang hilang, termasuk juga sejumlah para wartawan dan karyawan. Kerugian ini ditambah lagi dengan hancurnya mesin percetakan Serambi Indonesia. Musibah gempa dan tsunami tersebut, telah menghancurkan bangunan percetakan dan mesin percetakan Serambi Indonesia bergeser 200 meter dari fondasinya. Semua barang yang terdapat di lantai bawah kantor pusat Serambi Indonesia hancur dan merusak semua ruang di sana, termasuk juga semua dokumen yang ada hilang diterjang oleh tsunami. Kondisi kantor pusat yang porak poranda itu, ...
Seputar informasi hiburan film kpop